Beranda Berita ERUPSI GUNUNG KRAKATAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan

ERUPSI GUNUNG KRAKATAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

Admin Puskesmas Selasa, 08 September 2026 3 kali dibaca
ERUPSI  GUNUNG KRAKATAU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

 Gambaran Umum Letusan Gunung Krakatau

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda, antara Provinsi Lampung dan Banten. Letusan yang paling dahsyat terjadi pada 26–27 Agustus 1883, yang dianggap sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah tercatat. Letusan tersebut melepaskan energi yang luar biasa, menghancurkan sebagian besar tubuh gunung, menimbun pulau-pulau di sekitarnya, dan memicu gelombang tsunami setinggi lebih dari 30 meter yang merenggut puluhan ribu jiwa. Selain itu, letusan-letusan yang lebih kecil namun masih berbahaya juga terjadi pada periode-periode berikutnya, seperti pada tahun 2018 yang kembali menimbulkan korban dan kerusakan.

 

Peristiwa Letusan

Pada puncak letusan tahun 1883, terdengar suara ledakan yang terdengar hingga jarak ribuan kilometer. Asap, debu vulkanik, dan abu terlempar hingga ketinggian puluhan kilometer ke atmosfer. Abu vulkanik menyebar ke seluruh dunia dan memengaruhi iklim global selama beberapa tahun. Sebagian besar tubuh gunung runtuh ke dalam laut, yang memicu gelombang tsunami besar yang menghantam pantai Banten dan Lampung Selatan.

 

 Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat

 1. Gangguan Saluran Pernapasan

Abu vulkanik yang bertebaran di udara mengandung partikel halus, silika, dan zat kimia yang bersifat iritatif. Masalah kesehatan yang paling umum meliputi:

- Batuk-batuk, hidung tersumbat, dan pilek

- Iritasi pada tenggorokan dan saluran pernapasan

- Sesak napas dan napas berbunyi

- Memperburuk penyakit asma, bronkitis kronis, dan penyakit paru-paru lainnya

- Pada paparan jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan paru-paru permanen seperti silikosis

2. Gangguan pada Mata dan Kulit

- Abu vulkanik yang masuk ke mata menyebabkan iritasi, mata merah, berair, dan rasa perih

- Kulit menjadi kering, gatal, muncul kemerahan, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif

- Luka atau infeksi kulit dapat terjadi jika abu menumpuk dan tidak segera dibersihkan

3. Dampak Akibat Tsunami dan Kerusakan Lingkungan

- Korban jiwa akibat tenggelam, hantaman gelombang, dan puing-puing bangunan

- Luka fisik, luka memar, patah tulang, hingga luka serius akibat reruntuhan bangunan dan material

- Hilangnya tempat tinggal, sarana air bersih, dan fasilitas kesehatan meningkatkan risiko penyakit menular seperti diare, kolera, dan penyakit kulit

- Kekurangan makanan, air bersih, dan tempat berlindung memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan

- Gangguan psikologis: kecemasan, ketakutan berlebih, kesedihan mendalam, hingga gangguan stres pascatrauma akibat kehilangan keluarga dan harta benda

4. Dampak Jangka Panjang

- Abu vulkanik yang menutupi lahan pertanian dan sumber air dapat mencemari air minum dan tanaman pangan, berisiko mengganggu kesehatan dalam jangka waktu lama

- Perubahan iklim dan cuaca akibat partikel vulkanik di atmosfer dapat memengaruhi pola penyakit dan kesehatan masyarakat secara tidak langsung

 

Cara Melindungi Diri Saat Letusan dan Hujan Abu

- Gunakan masker kain atau masker medis, sebaiknya masker tipe N95 untuk perlindungan lebih baik

- Pakai kacamata pelindung agar abu tidak masuk ke mata

- Tutup pintu dan jendela, jangan keluar rumah jika tidak perlu

- Bersihkan abu dari lingkungan dan atap secara berkala dengan cara dibasahi agar tidak beterbangan kembali

- Pastikan air minum dan makanan terhindar dari kontaminasi abu vulkanik

- Segera cari bantuan medis jika mengalami sesak napas berat, batuk berdarah, atau gangguan kesehatan yang memburuk

 

 DAMPAK ABU VULKANIK & CARA MELINDUNGI DIRI SAAT LETUSAN GUNUNG KRAKATAU

 APA ITU ABU VULKANIK?

Abu vulkanik adalah butiran halus batuan dan mineral yang terlempar saat gunung meletus. Mengandung partikel tajam serta zat kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

DAMPAK TERHADAP KESEHATAN

1. Gangguan Saluran Pernapasan (Paling Umum)

Batuk, hidung tersumbat, pilek, tenggorokan gatal/perih

Sesak napas, napas berbunyi, nyeri dada saat bernapas

Peringatan: Penderita asma, bronkitis, dan penyakit paru kronis mengalami gejala yang lebih berat dan berbahaya

Paparan berulang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen

2. Gangguan Mata & Kulit

Mata merah, berair, perih, dan mudah terinfeksi

Kulit kering, gatal, kemerahan, terutama pada kulit sensitif

Rawan infeksi jika abu menumpuk dan tidak segera dibersihkan

3. Dampak Lainnya

Gelombang tsunami berisiko menimbulkan luka fisik berat dan korban jiwa

Sumber air & makanan tercemar → risiko diare, kolera, penyakit kulit

Kehilangan tempat tinggal & tekanan bencana → gangguan kecemasan dan stres pascatrauma

 

CARA MELINDUNGI DIRI

No | Tindakan
1 | ✅ Pakai masker (sebaiknya N95; jika tidak ada, gunakan masker kain tebal atau kain basah)
2 | ✅ Pakai kacamata tertutup agar abu tidak masuk ke mata
3 | ✅ Tetap di dalam rumah, tutup rapat pintu & jendela
4 | ✅ Bersihkan abu di sekitar rumah setelah dibasahi air agar tidak beterbangan
5 | ✅ Pastikan air minum & makanan tertutup rapat dan tidak tercemar
6 | ✅ Segera mandi dan ganti pakaian setelah berada di luar ruangan
7 | Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami: sesak napas berat, batuk berdarah, nyeri dada, atau mata sangat sakit/bengkak


PESAN PENTING

Abu vulkanik berbahaya bagi paru-paru. Jangan abaikan gejala batuk dan sesak napas! Lindungi diri, lindungi keluarga.

 

Kategori: Kesehatan

Bagikan artikel ini: